Berkunjung ke Ekowisata Hutan Mangrove Taman Wisata Alam Teluk Kupang di NTT
Jakarta - Tidak hanya berfungsi sebagai penahan abrasi alami air laut dan mengurangi dampak gelombang tsunami di pesisir pantai, hutan bakau atau mangrove juga dapat dimanfaatkan sebagai Obyek Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) yang juga bernilai edukasi.
Salah satunya hutan mangrove yang
ada di Pantai Oesapa, Taman Wisata Alam (TWA) Teluk Kupang, Kota Kupang,
Propvinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dilansir dari Oseanografi LIPI, hutan mangrove adalah sekumpulan
tumbuhan spesifik yang tumbuh di kawasan pesisir di daerah below tropis
dan tropis. Berasal dari bahsa Portugis mangue dan bahasa Inggris
grove-- untuk mendeskripsikan kelompok atau komunita pepohonan yang
tumbuh di pesisir.
Saat berwisata alam menjelajah hutan mangrove, kamu dapat ber swafoto,
bersantai di gazebo, berjalan di titian jembatan kayu yang membelah
hutan mangrove dan termasuk mendapatkan informasi dan edukasi fungsi
hutan mangrove.
Seperti yang saya lakukan beberapa waktu lalu, pada Selasa (23/11/2021),
saat berkunjung ke Ekowisata Mangrove Pantai Oesapa.
Saat itu,
kebetulan saya mengikuti kegiatan Wakil Menteri (Wamen) Lingkungan Hidup
dan Kehutanan (LHK) Alue Dohong, yang akan menghadiri acara puncak
Perayaan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2021, di Pantai Lasiana,
TWA Teluk Kupang, pada Rabu (24/11/2021).
Cuaca Kota Kupang yang panas, seketika menjadi terasa teduh dan adem,
ketika kami memasuki kawasan ekowisata mangrove di Oesapa Barat,
Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang, NTT. Kami berjalan menyusuri jembatan
warna-warni yang membelah hutan mangrove.
Namun, sayang, beberapa bagian titian jembatan kayu tampak rusak. Padahal, berdasarkan informasi, pemerintah derah Kota Kupang akan menjadikan ekowisata mangrove dan muara Oesapa sebagai ikon wisata alam baru di Kota Kupang.
Menurut cerita masyarakat setempat, kerusakan terjadi akibat terkena angin badai beberapa waktu lalu.Terlihat banyak place intragamable dan menarik sepanjang jembatan mangrove. Pohon mangrove jenis Rhizopora berukuran besar-besar nampak terlihat cantik dengan akar-akar tunjangnya.
Terlihat sebagian ranting-ranting pohon
mangrove dengan daunnya menutupi atas jembatan. Jadi, saat kami
melewatinya, seperti berjalan di bawah lorong hutan mangrove.
Hutan mangrove Pantai Oesapa, juga merupakan salah satu spot terbaik
untuk melihat magis dan romantisnya waktu senja atau saat matahari
terbenam kembali ke peraduannya.
Alue Dohong didampingi tenaga ahli dan staff ahli menteri LHK, juga kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (BBKSDA) NTT Arief Mahmdu, sangat menikmati pemandangan yang disajikan kawasan Wisata Hutan Mangrove Pantai Oesapa.
Menurutnya, potensi yang dimiliki hutan
mangrove ini, harus dijaga dan dilestarikan dengan baik.
" Ini potensi wisatanya sangat luar biasa. Namun, fasilitasnya perlu
diperbaiki. Kalau ditata dengan kembali dengan baik dan dipromosikan,
ini akan menjadi salah satu obyek wisata alam unggulan dan edukasi
tentan mangrove di Kota Kupang,"ungkap Alue Dohong.
Tanam Mangrove Bersama Masyarakat
Wisata hutan mangrove hari itu, kami akhiri dengan mengunjungi muara dan
Pantai Oesapa yang lokasinya tidak jauh dari jembatan mangrove, untuk
melakukan penanaman pohon mangrove bersama masyarakat.
Tampak canda tawa dan senyum manis khas anak-anak timor, sumrigah
menyambut kedatangan rombongan wamen.
Tidak hanya para peserta Jambora Konservasi Alam Nasional 2021, masyarakat setempat, mulai anak-anak, pemuda hingga orang tua, wanita dan laki-laki, mahasiswa hingga kelompokrider, semua ikut ambil bagian untuk bersama-sama menanam pohon mangrove.
Gerimis yang tiba-tiba turun, tidak menghalangi wamen dan rombongan beserta masyarakat untuk turun ke tepi muara untuk menanam pohon mangrove yang sudah disediakan.
Melihat anak-anak turun ke lumpur bersemangat menanam pohon mangrove,
membuat saya berpikit, semoga mereka menyadari apa yang ditanamnya saat
itu, sejatinya sangat bermanfaat untuk kehidupan mereka dan
lingkungannya ke depan.
Jadi, kalau kamu berkesempatan berkunjung ke Kota Kupang, pastikan
wisata hutan mangrove di Pantai Oesapa masuk dalam checklist kunjungan.
Ingat juga, untuk selalu menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan di dalam hutan mangrove dan melakukan vandalisme pada pohon mangrove dan fasilitas serta sarana prasarana yang telah disediakan.
Komentar
Posting Komentar